KEBEBASAN MENDAPATKAN INFORMASI MERUPAKAH HAK SEMUA ORANG

Powered By KELVIN PRIMA

Kamis, 02 Mei 2019

Jenis Kriptografi Dan Penggunaan Dalam Sehari Hari





Pada Kesempatan Ini saya akan membahas tugas postest Vclass Sistem Basis Data 2 Mengenai Proteksi Basis Data, Nah Pada Penasaran Kan Berikut Pembahasan Saya....


1. Terdapat 3 jenis kriptografi, jelaskan masing jenis kriptografi secara singkat
2. Berikan contoh kriptografi untuk jenis simetris
3. Uraikan dengan jelas, satu contoh pemakaian kriptografi pada kehidupan sehari hari

Hasil gambar untuk kriptografi
1.0 Kriptografi

Pembahasannya...

1. 

Symmetric
       Kriptografi symmetric dalam melakukan enkripsi dan dekripsi menggunakan key yang sama. Enkripsi symmetric biasa digunakan untuk melakukan enkripsi terhadap file, media penyimpanan dan komunikasi antara dua host dalam jaringan. Untuk menjalin komunikasi antara dua host dalam jaringan perlu adanya mekanisme pertukaran key antara dua host yang aman agar tidak dapat diketahui oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
       Kriptografi / Algoritma symmetric yang umum digunakan adalah AES, Blowfish, DES (Internal Mechanics, Triple DES), Serpent dan Twofish. Standar yang digunakan saat ini adalah AES, Implementasi algoritma AES digunakan dalam protokol IPsec, komunikasi VPN dan Wireless (WPA2).

Asymmetric
       Kriptografi Asymmetric menggunakan key yang berbeda dalam melakukan enkripsi dan dekripsi. Key yang digunakan untuk melakukan enkripsi pesan disebut public key dan untuk melakukan dekripsi pesan disebut private key.
       Dibandingkan dengan symmetric, algoritma asymmetric jauh lebih lambat dikarenakan komputasi yang lebih rumit. Kelebihan dari asymmetric adalah dimana public key dapat diberikan kepada host lain dalam jaringan tanpa perlu khawatir data akan didekripsi dikarenakan masih diperlukan private key. Algorima asymmetric yang umum digunakan adalah RSA, Diffie-Hellman, ECC, ElGamal dan DSA.

Hash
        Kriptografi hash atau biasa disebut juga hash function merupakan algoritma kriptografi yang tidak memerlukan key. Algoritma ini bersifat satu arah dimana jika kita memasukkan data maka akan menghasilkan sebuah checksum atau fingerprint dari data tersebut.
        Algoritma hash biasa digunakan untuk melakukan verifikasi terhadap data untuk memastikan data yang diterima tetap utuh tidak diubah atau rusak pada saat proses pengiriman. Hash function yang biasa digunakan adalah MD4, MD5, SHA-1 dan SHA-2.

2.

Contoh dari algoritma kriptografi simetris adalah Cipher Permutasi, Cipher Substitusi, Cipher Hill, OTP, RC6, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, DES dan IDEA.

Kelebihan :
Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit

Kelemahan :
Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
Untuk   tingkat   keamanan   sama,   kunci   yang   digunakan   lebih   panjang  dibandingkan dengan algoritma simetris.

3.

Transaksi Lewat Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ) pada saat nasabah menginput PIN maka Algoritma Kriptografi digunakan untuk mengenkripsi PIN maupun data kartu debit nasabah. Cara kerjanya adalah dengan mengubah pesan asli yang dapat dimengerti/dibaca manusia (plainteks) ke bentuk lain yang tidak dapat dimengerti/dibaca oleh manusia (cipherteks). Proses transformasi plainteks menjadi chiperteks diistilahkan dengan enkripsi. Sedang proses pengembalian pesan chiperteks menjadi plainteks diistilahkan dengan dekripsi.




Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.